Madiun-Kota Caruban (MAN 4 Madiun) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun H. Irfan Alkhaidari, S.Ag.,M.Pd.I menyampaikan sosialisasi hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama yang diselenggarakan pada (15 s.d 16/11/2024). Acara ini dihadiri seluruh Pejabat di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Madiun, yaitu Kasubag TU, Kepala Seksi, Penyelenggara, Pengawas, Kepala KUA, Kepala Madrasah (MIN, MTsN dan MAN), termasuk Kepala MAN 4 Madiun, pada Senin (18/11/2024) yang bertempat di Aula Arofah Kankemenag setempat.
Secara khusus, dalam sosialisasi ini, seluruh Waka Humas Madrasah turut diundang menghadiri acara yang bertema Menyatukan Langkah Mewujudkan Daya Saing Umat Untuk Kemaslahatan Masa Depan yang bersamaan dengan kegiatan apel penghormatan Bendera Merah Putih dan Pembinaan ASN oleh Kepala Kankemenag.
H. Irfan dalam pemaparanya menyampaikan pesan Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA yang merujuk pengingat Prof. Hamka, “Kemenag ibarat kertas putih dan jangan sampai terkena noda sedikitpun”, ungkapnya. “Karena jika kena noda maka akan sangat terlihat, untuk itu mari dijaga Kementerian tercinta ini.” Pesan H. Irfan.
“Selain itu”, masih lanjut Kankemenag, “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, Humas Kemenag harus memenej (mengelola) informasi di lingkungan masing-masing (unit dan satuan kerja)”. “Peran Kehumasan menjadi sangat strategis dan urgen sebagai pengelola informasi dan publikasi kepada publik yang harus di filter dengan baik dan bernilai positif,” Jelas Kepala Kantor. “Pesan penting lainya, supaya melakukan kerja yang efisen dan efektif dalam penggunaan anggaran.” “Bapak Menteri Agama meminta seminar dan sejenisnya bisa digelar secara daring via zoom.” Pungkas H. Irfan.
Catatan yang dirangkum oleh Humas MAN 4 Madiun dalam sosialisasi ini antara lain, pejabat Kemenag adalah orang ahli agama dan harus bisa menjadi khotib, performans yang muruah beretik, terbiasa dengan ekosistem digital dan digitalisasi layanan mulai pusat sampai dengan daerah. Untuk Kanwil supaya mengkapitalisasi Kementerian Agama dan hasil yang dimiliki entitas kementerian. Mengafirmasi beasiswa keberlanjutan studi bagi pegawai, menjadi selalu bermanfaat untuk umat.
Layanan keagamaan terstandar dan inklusif: meneguhkan moderasi beragama, merawat kerukunan dan mewujudkan kemaslahatan. Memperluas peran agama untuk menghadapi perubahan iklim dan krisis lingkungan. Menggiatkan filantropi Keagamaan.
Pendidikan yang unggul dan terintegrasi, Mengembangkan pendidikan yang unggul dan terintegrasi. Membangkitkan pesantren lebih berdaya, berkualitas dan menempa profesionalisme Sumber Daya Manusia (SDM). Dalam tatakelola smart and clean goverment. Mengawal transisi kelembagaan badan haji dan badan halal.(nur)